rajapress

Mengenal Lebih Dekat Sumber Utama Energi Mobil Listrik

19 Mar 2025  |  1626x | Ditulis oleh : Admin
Energi Mobil Listrik

Salah satu kelebihan mobil listrik yang sering diperbincangkan adalah ramah lingkungan. Label tersebut disematkan karena sumber utama energi mobil listrik dihasilkan oleh sebuah baterai. 

Seperti yang telah dijelaskan oleh banyak pakar bahwa dengan penggunaan baterai maka mobil listrik tidak menghasilkan emisi gas buang. Dimana hal ini menjadi poin plus dibandingkan dengan mobil konvensional atau mobil dengan sistem pembakaran internal ICE. 

Mobil dengan sistem pembakaran internal menggunakan bahan bakar fosil sebagai energi utama. Dalam proses menciptakan energi pun, mobil konvensional menghasilkan gas karbondioksida, nitrogen oksida, dan partikel toksik lain yang berkontribusi pada pencemaran udara. 

Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan sumber energi mobil listrik yakni baterai yang disebut zero emission. 

Sumber Utama Energi Mobil Listrik

Baterai merupakan komponen utama dalam mobil listrik yang berfungsi sebagai sumber tenaga penggerak kendaraan. Salah satu jenis baterai yang paling umum digunakan adalah baterai lithium-ion karena memiliki kepadatan energi yang tinggi, daya tahan lama, dan efisiensi dalam menyimpan serta melepaskan energi. 

Bahan baku baterai mobil listrik memainkan peran krusial dalam performa, daya tahan, serta harga baterai itu sendiri. Berikut adalah beberapa bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan baterai mobil listrik.

1. Lithium (Li)

Lithium adalah bahan utama dalam baterai mobil listrik, terutama jenis lithium-ion. Logam ini memiliki berat yang ringan, reaktivitas tinggi, dan kemampuan menyimpan serta melepaskan energi dengan efisien. Lithium banyak ditemukan dalam bentuk mineral seperti spodumen dan lepidolit, serta dapat diekstraksi dari air garam di cekungan garam atau "salt flats" yang banyak terdapat di Amerika Selatan (Chile, Argentina, dan Bolivia).

Ada beberapa jenis baterai Lithium-ion yang beredar di pasaran, seperti LFP - Lithium Iron Phosphate (LiFePO4), NCA - Lithium Nickel Cobalt Aluminum Oxide (LiNiCoAlO2), LTO - Lithium Titanate (Li2TiO3), LMO - Lithium Manganese Oxide (LiMn2O4), dan LCO - Lithium Cobalt Oxide (LiCoO2).

2. Nikel (Ni)

Nikel digunakan dalam katoda baterai lithium-ion untuk meningkatkan kepadatan energi dan daya tahan baterai. Nikel sering ditemukan dalam jenis baterai seperti Nickel Manganese Cobalt (NMC), Nickel Cobalt Aluminum (NCA), dan Nickel Metal Hydride (NiMH). Penggunaan nikel dalam baterai memungkinkan kendaraan listrik memiliki jangkauan lebih jauh dalam sekali pengisian daya.

Jenis baterai NiMH sendiri kini banyak ditemukan pada kendaraan listrik hybrid karena ketahanannya yang baik dibandingkan jenis baterai lain. Sayangnya, baterai ini memiliki harga yang cukup mahal. 

Selain itu, ada juga jenis baterai dari nikel yang disebut Nickel Cadmium (NiCd) yang konon sudah ada sejak tahun 90-an. Namun, jenis baterai yang satu ini sudah sangat jarang digunakan karena bobotnya yang berat serta komponennya dianggap beracun. 

3. Kobalt (Co)

Kobalt adalah elemen penting yang digunakan dalam katoda baterai untuk meningkatkan stabilitas dan umur pakai baterai. Kobalt membantu dalam mencegah pemanasan berlebih dan memperpanjang siklus hidup baterai. 

Namun, kobalt adalah bahan baku yang mahal dan kontroversial karena sebagian besar pasokannya berasal dari Republik Demokratik Kongo, di mana masalah eksploitasi tenaga kerja menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, industri baterai kini mulai mencari alternatif dengan mengurangi ketergantungan terhadap kobalt atau menggunakan baterai bebas kobalt.

4. Mangan (Mn)

Mangan adalah bahan lain yang sering digunakan dalam katoda baterai lithium-ion, terutama pada jenis Nickel Manganese Cobalt (NMC). Mangan berfungsi sebagai penyeimbang antara kinerja dan biaya produksi baterai karena lebih murah dibandingkan kobalt, tetapi tetap memberikan kestabilan yang baik dalam penyimpanan energi.

5. Grafit 

Grafit digunakan sebagai material utama dalam anoda baterai lithium-ion. Grafit memiliki kemampuan menyimpan ion lithium selama proses pengisian daya dan melepaskannya saat baterai digunakan. Hampir 70% grafit dunia digunakan dalam pembuatan baterai, menjadikannya komponen yang sangat penting. Grafit dapat ditemukan dalam bentuk alami maupun sintetis, dengan mayoritas pasokan berasal dari China.

6. Aluminium (Al)

Aluminium sering digunakan dalam struktur baterai dan sebagai elemen tambahan dalam beberapa jenis katoda seperti Nickel Cobalt Aluminum (NCA). Aluminium memiliki sifat ringan dan kuat, yang membantu mengurangi bobot keseluruhan baterai dan meningkatkan efisiensi kendaraan listrik.

7. Tembaga (Cu)

Tembaga digunakan sebagai konduktor dalam baterai untuk mengalirkan listrik dari dan ke elektroda. Selain itu, tembaga juga digunakan dalam sistem pengkabelan kendaraan listrik secara keseluruhan.

Meski baterai menjadi kelebihan mobil listrik, namun bahan-bahan pembuat baterai ini diekstraksi melalui proses pertambangan yang memerlukan teknologi tinggi dan sumber daya besar. Dimana proses ini juga menimbulkan dampak lingkungan, seperti pencemaran tanah dan air, deforestasi, serta emisi karbon.

Oleh karena itu, banyak perusahaan dan pemerintah mulai mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti daur ulang baterai bekas dan pengembangan teknologi baterai baru yang mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku langka.

Demikian pembahasan mengenai sumber utama energi mobil listrik yang mungkin belum Anda ketahui.

Berita Terkait
Baca Juga: