RF

Serba-serbi Nikah Siri di Jepara dari Hukum sampai Kenyataannya di Indonesia

31 Jul 2022  |  45x | Ditulis oleh : Admin
Jasa Pernikahan Siri

Nikah siri kerap menjadi bahan percakapan penduduk yang tidak sempat ada habisnya. Masalahnya  penilaian penduduk tidak serupa perihal Nikah Siri Jepara.

Ada yang memandangnya positif dan ada yang negatif. Penilaian yang terdiri 2 ini dilandaskan oleh pertimbangan orang yang merasa jika ini dapat memberikan kerugian banyak pihak.

Namun, ada yang miliki penilaian kalaupun nikah siri ini dapat menghambat berlangsungnya sejumlah hal yang tidak dikehendaki seperti hamil di luar nikah.

Berikut ialah sejumlah bukti sekitar nikah siri Jepara yang telah Kami ringkas untuk kalian. Yuk, dilihat!

1. Secara Umum Pemahaman Nikah Siri Berikut

Pernikahan jadi momen bahagia yang tidak terlewatkan untuk banyak pasangan. Di Indonesia, pernikahan mesti sah di mata agama dan negara.

Pernikahan yang sah di mata negara pasti pernikahan yang terdaftar di Kantor Pekerjaan Agama (KUA) dan Kantor Catatan Sipil.

Sementara pernikahan tidak sah dimaksud dengan jasa nikah siri Jepara. Ini merupakan pernikahan yang syah secara agama, tetapi tidak resmi di mata negara dan hukum.

Sebab, pernikahan itu tak tertera di KUA serta Kantor Catatan Sipil.

Nikah siri sendiri berawal dari bahasa Arab ialah sirri yang ini berarti rahasia. Sehingga  dapat disimpulkan kalaupun pernikahan yang sedang dilakukan ini harus secara rahasia.

Rahasia di sini tujuannya bukan tidak dimengerti oleh beberapa orang, akan tetapi cuman dikenali oleh keluarga dekat dan keluarga.

Merilis halaman sah Binmas Islam Kemenag, terdapat sejumlah argumen pasangan pilih pernikahan siri, di antaranya:

Menunggu hari yang benar buat mengerjakan pernikahan tertera di KUA Kedua sebelah pihak atau salah satunya faksi calon mempelai belum bersiap berkat masih sekolah/kuliah

Kedua atau salah satunya faksi calon mempelai belum lah cukup usia/dewasa Sebagai jalan keluar buat mendapati anak kalau dengan istri yang ada tak dikarunia anak

Melegalkan secara agama buat laki laki yang telah beristri lantaran kesusahan minta ijin ke istri pertama kalinya

2. Bagaimana Hukum Negara dan Agama Melihat Nikah Siri

Di Indonesia, cukup banyak orang yang mengerjakan nikah siri. Oleh karenanya, ada ketetapan hukum yang mengontrol mengenai nikah siri di Indonesia ini.

Menurut situs hukumonline.com, hukum pernikahan ditata dalam Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 Pasal 2 yang keluarkan bunyi sebagaimana berikut:

Perkawinan yaitu resmi jikalau dilaksanakan menurut hukum semasing kepercayaannya itu dan agamanya. Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku.

Dari undang-undang di atas, sesungguhnya, nikah siri dipastikan syah berdasar agama, tetapi tidak syah di mata negara.

Lantaran tidak ada akta nikah dan beberapa surat sah yang berkaitan otoritas pernikahan.

Nikah siri sebetulnya yaitu perihal yang tidak direkomendasikan oleh dijalankan pasangan yang hendak menikah.

Menikah dengan absah di mata agama serta hukum pasti begitu baik.

Sejumlah ini yakni imbas yang hendak diterima bila kerjakan nikah siri, yakni:

Menjadi pembicaraan orang Status anak yang tidak dianggap negara bahkan dipandang seperti anak yang terlahir di luar nikah Ikatan yang tidak kuat sebab tidak terdaftar sah di KUA.

Tidak dapat terima peninggalan atau harta gono gini.

Fakta-Fakta Nikah Siri Yang terjadi pada masyarakat Terkait beberapa orang yang lakukan pernikahan siri di Indonesia, karena itu Moms mesti tahu beberapa bukti nikah siri di Indonesia, adalah:

  • Nikah Siri Biasanya Berdasar Ekonomi
  • Nikah siri karena arsip prasyarat tidak siap
  • Nikah siri karena ingin menambahkan istri
  • Nikah Siri sambil tunggu proses pernikahan sah Negara

3. Efek Negatif Nikah Sirih di Indonesia

Walau Jasa Nikah Siri Jepara dipandang syah berdasar agama, tetapi nyatanya ada pengaruh negatif yang dapat disebabkan.

Menurut riset Sri Hilmi Pujiharti dalam Jurnal Sosiologi DILEMA, ada sejumlah kerugian dari nikah siri yang sejumlah besar dirasakan wanita.

Dari sisi tak sama dengan hukum pernikahan di Indonesia, nikah sirih dapat bawa risiko negatif di bawah berikut ini:

1. Istri tidak Dapat Menuntut Hak-Haknya

Faksi wanita dari Nikah Siri tak dapat menuntut hak-hak sebagai istri yang sudah dilanggar oleh suami sebab tidak ada kapabilitas yang resmi di mata hukum kepada otoritas perkawinan.

Hasilnya, mereka kehilangan hak mendapatkan pelindungan jadi orang istri.

Risikonya, posisi istri tidak kuat di mata hukum apabila suami tidak memberikan nafkah atau melaksanakan tindak KDRT.

2. Risikonya pada Anak

Anak yang paling dirugikan di saat orang-tua kerjakan nikah siri karena persoalan dokumen kelahiran, KTP, paspor, sampai kartu keluarga.

Naskah tidak dapat dibikin karena tak terdapat bukti pernikahan yang resmi di mata hukum berbentuk buku akta nikah atau nikah.

Terkecuali itu, nikah siri bisa mempengaruhi kemajuan psikis anak.

Karena, Sang Kecil bisa-bisa terasa tidak dianggap oleh seputarnya serta berasa seperti anak buangan saat kedatangan ayahnya di antara tidak ada dan ada.

Terutama jika pernikahan itu disembunyikan dari faksi istri pertama.

Soal ini bisa sebabkan seakan-akan jalani jalinan terlarang. Anak akan terasa seperti tidak diingini atau tempatnya jadi seperti noda dalam keluarga.

3. Efek Dibiarkan Pasangan serta KDRT

Nikah siri condong bikin satu di antara pasangan lebih lega untuk tinggalkan tanggung jawabannya dalam keluarga.

Di samping itu, nikah siri pun menggerakkan terjadi jumlahnya perbuatan kekerasan dalam rumah tangga, baik kepada istri ataupun anak.

4. Tak Dikasih Nafkah

Di pasangan yang nikah siri, status istri dan anak-anak jadi benar-benar rawan.

Meskipun secara agama, suami harus berikan nafkah, baik menikah dengan resmi ataupun nikah siri, tetapi kadang kala kenyataan di atas lapangan berbeda.

Cukup banyak anak yang didiamkan demikian saja oleh banyak pria tidak bertanggung-jawab yang berencana nikah siri.

Sang anak tidak dapat tuntut ayahnya memberikan nafkah serta terpaksa sekali mempercayakan ibunya.

Tersebut penyebab dokumen perkawinan jadi unsur utama, walaupun cuman selembar kertas.

Baca Juga: