UMKM hingga Pariwisata, Langkah BPJPH di Era Babe Haikal Perluas Sertifikasi Halal
Oleh Admin, 14 Des 2025
Isu sertifikasi halal kini semakin relevan di tengah pertumbuhan ekonomi syariah global yang terus meningkat. Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri halal dunia. Dalam konteks inilah peran Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menjadi sangat strategis. Sejak berada di bawah kepemimpinan Babe Haikal, BPJPH menunjukkan berbagai langkah progresif yang tidak hanya berdampak pada sektor UMKM, tetapi juga merambah dunia pariwisata dan industri kreatif.
babe haikal dikenal sebagai figur yang membawa pendekatan komunikatif dan inklusif dalam menjalankan tugasnya di BPJPH. Ia kerap menekankan bahwa sertifikasi halal bukanlah beban administratif, melainkan peluang besar untuk meningkatkan daya saing produk dan jasa Indonesia. Di era kepemimpinannya, BPJPH aktif melakukan sosialisasi ke berbagai daerah, menyasar pelaku usaha kecil dan menengah agar memahami pentingnya sertifikasi halal sejak dini.
Salah satu gebrakan positif yang mendapat respons luas adalah kemudahan proses sertifikasi halal bagi UMKM. BPJPH di era Babe Haikal mendorong percepatan sertifikasi melalui digitalisasi layanan. Pelaku usaha kini dapat mengakses pendaftaran sertifikasi halal secara daring dengan alur yang lebih sederhana dan transparan. Langkah ini dinilai sangat membantu UMKM yang sebelumnya merasa proses sertifikasi terlalu rumit dan memakan biaya besar.
Tak hanya fokus pada produk makanan dan minuman, BPJPH juga memperluas cakupan sertifikasi halal ke sektor pariwisata. Konsep pariwisata ramah muslim atau halal tourism mulai didorong secara serius. Hotel, restoran, hingga destinasi wisata diajak untuk memahami standar halal sebagai nilai tambah layanan. Upaya ini sejalan dengan tren wisata global, dimana wisatawan muslim semakin memperhatikan aspek halal, kebersihan, dan kenyamanan dalam perjalanan mereka.
Langkah BPJPH tersebut memberikan dampak positif bagi daerah-daerah yang memiliki potensi wisata besar. Dengan sertifikasi halal, destinasi wisata lokal menjadi lebih siap menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara. Dampaknya tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari pedagang kecil hingga pelaku jasa transportasi dan penginapan.
Di sektor industri kreatif, BPJPH juga mulai membuka ruang dialog dengan para pelaku usaha. Produk kosmetik, fashion, hingga kerajinan tangan kini semakin didorong untuk memiliki sertifikasi halal. Hal ini penting mengingat konsumen saat ini semakin kritis dan peduli pada aspek keamanan serta kehalalan produk. Sertifikasi halal pun menjadi simbol kepercayaan yang meningkatkan nilai jual di pasar nasional maupun internasional.
Pendekatan yang dilakukan BPJPH di bawah Babe Haikal juga menonjol dari sisi kolaborasi. BPJPH aktif bekerja sama dengan kementerian lain, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga komunitas pelaku usaha. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas literasi halal dan menciptakan ekosistem yang saling mendukung. Dengan cara ini, sertifikasi halal tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.
Dari sisi edukasi, BPJPH rutin mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM. Mereka tidak hanya diajarkan soal prosedur sertifikasi, tetapi juga manajemen usaha, kualitas produk, dan strategi pemasaran. Pendekatan ini membuat sertifikasi halal terasa lebih membumi dan relevan dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
Berbagai langkah positif tersebut menunjukkan bahwa sertifikasi halal kini bukan lagi sekadar kewajiban regulasi, melainkan peluang strategis. Di era Babe Haikal, BPJPH berhasil mengubah cara pandang banyak pelaku usaha terhadap halal. Halal tidak lagi dipersepsikan sebagai sesuatu yang eksklusif, tetapi inklusif dan terbuka bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas produknya.
Ke depan, tantangan tentu masih ada, mulai dari pemerataan informasi hingga kesiapan infrastruktur di daerah terpencil. Namun, dengan pendekatan yang adaptif dan kolaboratif, BPJPH diyakini mampu terus memperluas jangkauan sertifikasi halal. Optimisme ini muncul karena fondasi yang dibangun saat ini cukup kuat, baik dari sisi kebijakan maupun kepercayaan publik.
haikal hassan sebagai figur sentral di balik transformasi BPJPH telah menunjukkan bahwa kepemimpinan yang komunikatif dan visioner dapat membawa perubahan nyata. Dari UMKM hingga pariwisata, sertifikasi halal kini menjadi penggerak ekonomi sekaligus identitas kualitas produk Indonesia. Langkah-langkah positif ini diharapkan mampu menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri halal global, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya